<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Home</title>
	<atom:link href="http://ditter.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ditter.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jan 2012 14:12:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ditter.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/2e2a5b967340577974f705129155077c?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Home</title>
		<link>http://ditter.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ditter.wordpress.com/osd.xml" title="Home" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ditter.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Uang Parkir</title>
		<link>http://ditter.wordpress.com/2012/01/28/uang-parkir/</link>
		<comments>http://ditter.wordpress.com/2012/01/28/uang-parkir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 23:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ditter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sehari-hari]]></category>
		<category><![CDATA[ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[parkir]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditter.wordpress.com/?p=2035</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, saya mampir ke ATM untuk mengecek saldo. Saat itu saya mengendarai sepeda dan memarkirnya di sekitar ATM. Setelah urusan cek saldo selesai, saya kaget sekali karena di dekat situ ada tukang parkir yang meminta uang parkir ke saya. Saya menolak membayarnya karena saya hanya memarkirkan sepeda, bukan sepeda motor. Selama ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditter.wordpress.com&amp;blog=7240711&amp;post=2035&amp;subd=ditter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Beberapa hari yang lalu, saya mampir ke ATM untuk mengecek saldo. Saat itu saya mengendarai sepeda dan memarkirnya di sekitar ATM. Setelah urusan cek saldo selesai, saya kaget sekali karena di dekat situ ada tukang <a href="http://ditter.wordpress.com/2010/07/01/bayar-parkir-di-atm/" target="_blank">parkir</a> yang meminta uang parkir ke saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya menolak membayarnya karena saya hanya memarkirkan sepeda, bukan sepeda motor. Selama ini sih yang saya tahu sepeda biasa (nonmesin) nggak dipungut uang parkir.</p>
<p style="text-align:justify;">Yah, saat itu tukang parkirnya sempat ngeyel, tapi akhirnya membolehkan saya pergi karena saya beralasan nggak bawa uang. Di ATM pun saya hanya cek saldo, bukan mengambil uang.<span id="more-2035"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tadi malam, saat beli makan di warung tenda langganan, saya kaget setengah mati karena tukang parkir meminta uang atas sepeda yang saya parkir di sana! Padahal, saya sudah berkali-kali naik sepeda ke tempat itu, dan baru kali ini si tukang parkir meminta uang parkir ke saya. Lagi pula saya cuma parkir sebentar, menunggu pesanan saya selesai dibungkus. Ya, saya nggak makan di sana, tapi saya bungkus untuk dimakan di kos.</p>
<p style="text-align:justify;">Berhubung saya merasa bahwa uang parkir hanya diperuntukkan bagi sepeda motor, saya menolak membayarnya. Tapi, tukang parkir ini ternyata ngeyel. Dia tetap bersikeras meminta uang parkir ke saya. Kami sempat adu mulut sebentar.</p>
<p style="text-align:justify;">Daripada ribut berkepanjangan, akhirnya saya mengalah. Saya bilang akan membayarnya kalau datang ke tempat itu lagi. Baru deh dia membolehkan saya pergi.</p>
<p style="text-align:justify;">Jujur, saya merasa berat membayar uang parkir itu bukan karena jumlahnya, sebab hanya 500 rupiah. Rezeki Allah ada di mana-mana, dan saya yakin tidak akan menjadi “susah” hanya dengan membayar uang segitu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya hanya nggak suka aja, masak cuma naik sepeda ditarik uang parkir. Mending kalau parkir tersebut resmi dari pemerintah. Lah, ini jelas-jelas ilegal karena sama sekali nggak ada kartu/karcis parkirnya. Rompi oranye yang mereka pakai tidak menunjukkan bahwa mereka merupakan petugas parkir resmi. Rompi seperti itu bisa dibikin dengan mudah di tukang jahit.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sempat berpikir, mungkin setoran ke preman naik sehingga para tukang parkir juga memungut uang atas sepeda yang diparkir.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah teman-teman pernah punya pengalaman serupa?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ditter.wordpress.com/2035/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ditter.wordpress.com/2035/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ditter.wordpress.com/2035/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ditter.wordpress.com/2035/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ditter.wordpress.com/2035/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ditter.wordpress.com/2035/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ditter.wordpress.com/2035/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ditter.wordpress.com/2035/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ditter.wordpress.com/2035/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ditter.wordpress.com/2035/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ditter.wordpress.com/2035/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ditter.wordpress.com/2035/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ditter.wordpress.com/2035/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ditter.wordpress.com/2035/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditter.wordpress.com&amp;blog=7240711&amp;post=2035&amp;subd=ditter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditter.wordpress.com/2012/01/28/uang-parkir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71eddd14ff4c3251221db221e0ea0b2e?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ditter</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pakai Mesin Cuci, Malah Jadi Lama!</title>
		<link>http://ditter.wordpress.com/2012/01/25/pakai-mesin-cuci-malah-jadi-lama/</link>
		<comments>http://ditter.wordpress.com/2012/01/25/pakai-mesin-cuci-malah-jadi-lama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 23:29:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ditter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sehari-hari]]></category>
		<category><![CDATA[baju kotor]]></category>
		<category><![CDATA[laundry]]></category>
		<category><![CDATA[mesin cuci]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditter.wordpress.com/?p=2030</guid>
		<description><![CDATA[Di kos saya ada mesin cuci milik salah seorang penghuni kos. Nah, si empunya mesin cuci membolehkan saya untuk menggunakannya tanpa menarik biaya sepeser pun, alias gratis, hehe&#8230;. Wah, saya sangat beruntung, bukan? Dengan mesin cuci itu, urusan cuci-mencuci pakaian sudah bukan masalah lagi. Ya, selama ini mencuci baju sering kali menjadi hal yang merepotkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditter.wordpress.com&amp;blog=7240711&amp;post=2030&amp;subd=ditter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Di kos saya ada mesin cuci milik salah seorang penghuni kos. Nah, si empunya mesin cuci membolehkan saya untuk menggunakannya tanpa menarik biaya sepeser pun, alias gratis, hehe&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Wah, saya sangat beruntung, bukan? Dengan mesin cuci itu, urusan cuci-mencuci pakaian sudah bukan masalah lagi. Ya, selama ini mencuci baju sering kali menjadi hal yang merepotkan dan menguras tenaga. Apalagi kalau pas lagi malas gerak, wah, rasanya tersiksa sekali melihat baju kotor yang menumpuk.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau baju kotor itu nggak segera dicuci, nanti nggak ada baju lagi yang bisa dipakai. Di sisi lain, mood untuk mencuci sama sekali nggak ada. Nah, kalau pakai mesin, saya tetap bisa mencuci dengan santai walaupun sebenarnya nggak mood, hehe&#8230;.<span id="more-2030"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Bila anak kos lain harus menyisihkan uang bulanan mereka untuk mencuci baju-baju kotor di <em>laundry</em>, saya tidak perlu seperti itu. Cukup menggunakan sedikit tenaga, maka seember baju kotor pun menjadi bersih, harum, dan segar <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Meski demikian, saya kini merasa bahwa menggunakan mesin cuci kok malah jadi bikin lama. Ya, karena sering saya tinggal-tinggal, proses mencuci jadi nggak rampung-rampung. Alhasil, saya malah jadi jengkel sendiri. Aneh memang.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya sih sembari mencuci, seharusnya saya bisa mengerjakan pekerjaan lain. Tapi yang saya lakukan malah bersantai dan bermalas-malasan. Jadinya waktu saya malah banyak yang terbuang percuma, deh. Ya, saya nggak bisa melakukan pekerjaan yang serius kalau disambi nyuci gitu, karena jadi nggak fokus.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, karena itulah kini saya jarang banget memakai mesin cuci. Kini saya lebih sering nyuci pakai tangan aja. Walaupun melelahkan, tapi selesainya lebih cepat, dan mungkin lebih bersih. Yah, hitung-hitung gerak badan. Dengan demikian, saya jadi punya lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat, misalnya baca <a href="http://ditter.wordpress.com/2011/12/05/perihal-buku-dan-penulisnya/" target="_blank">buku</a>, hehe&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Teman-teman bagaimana, lebih senang mencuci pakai mesin atau pakai tangan?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ditter.wordpress.com/2030/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ditter.wordpress.com/2030/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ditter.wordpress.com/2030/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ditter.wordpress.com/2030/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ditter.wordpress.com/2030/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ditter.wordpress.com/2030/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ditter.wordpress.com/2030/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ditter.wordpress.com/2030/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ditter.wordpress.com/2030/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ditter.wordpress.com/2030/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ditter.wordpress.com/2030/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ditter.wordpress.com/2030/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ditter.wordpress.com/2030/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ditter.wordpress.com/2030/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditter.wordpress.com&amp;blog=7240711&amp;post=2030&amp;subd=ditter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditter.wordpress.com/2012/01/25/pakai-mesin-cuci-malah-jadi-lama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71eddd14ff4c3251221db221e0ea0b2e?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ditter</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>7 Manfaat Dongeng Sebelum Tidur (Bagian 2)</title>
		<link>http://ditter.wordpress.com/2012/01/22/7-manfaat-dongeng-sebelum-tidur-bagian-2/</link>
		<comments>http://ditter.wordpress.com/2012/01/22/7-manfaat-dongeng-sebelum-tidur-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 02:39:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ditter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita dan Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[buku anak]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[nina bobo]]></category>
		<category><![CDATA[sebelum tidur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditter.wordpress.com/?p=2027</guid>
		<description><![CDATA[Setelah memposting tulisan 7 Manfaat Dongeng Sebelum Tidur (Bagian 1), kini saatnya saya menerbitkan lanjutannya. Sebelumnya saya sudah mengemukakan empat manfaat dongeng “nina bobo”, yakni merangsang imajinasi &#38; kreativitas, mengembangkan kecerdasan berbahasa anak, mengembangkan keterampilan berpikir, dan mengembangkan emosi. Nah, tiga manfaat berikutnya bisa kita simak pada pembahasan berikut ini. 5. Menanamkan nilai moral dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditter.wordpress.com&amp;blog=7240711&amp;post=2027&amp;subd=ditter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Setelah memposting tulisan <a href="http://ditter.wordpress.com/2012/01/20/7-manfaat-dongeng-sebelum-tidur-bagian-satu/" target="_blank">7 Manfaat Dongeng Sebelum Tidur (Bagian 1)</a>, kini saatnya saya menerbitkan lanjutannya. Sebelumnya saya sudah mengemukakan empat manfaat dongeng “<a href="http://revistashop.wordpress.com/2011/12/09/nina-bobo-50-kisah-pengantar-tidur/" target="_blank">nina bobo</a>”, yakni merangsang imajinasi &amp; kreativitas, mengembangkan kecerdasan berbahasa anak, mengembangkan keterampilan berpikir, dan mengembangkan emosi.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, tiga manfaat berikutnya bisa kita simak pada pembahasan berikut ini.<span id="more-2027"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5. Menanamkan nilai moral dan etika</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ada banyak nilai moral yang bisa kita petik dari dongeng, misalnya kejujuran, kesetiakawanan, sifat rendah hati, pekerja keras, baik hati, suka menolong, dan lain sebagainya. Orangtua yang membacakan dongeng bisa menjelaskan dan mengajak anak untuk meneladani sifat baik sang tokoh utama, serta nilai-nilai moral yang mulia yang ada pada dongeng.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kondisi yang rileks ketika sedang didongengkan, si kecil akan menyelami betul karakter baik para tokoh, serta periilaku positif yang muncul dalam dongeng yang dimaksud. Dengan demikian, mereka pun akan tumbuh dewasa sebagai pribadi yang hangat dan sangat paham akan nilai moral dan etika yang berlaku di masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>6. Mempererat ikatan emosional dengan orangtua</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika mendongengi anaknya yang hendak tidur, maka orangtua sedang berada dalam suasana yang sangat akrab dengan anaknya tercinta.</p>
<p style="text-align:justify;">Secara fisik dan emosi, mereka begitu dekat. Apalagi ditambah dengan suasana malam yang hening dan tenang, maka aktivitas itu semakin meninggalkan kesan yang mendalam di antara keduanya. Akhirnya, ikatan emosional anak dan orangtua pun semakin kuat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>7. Relaksasi/hiburan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mendengarkan dongeng yang dibacakan oleh orangtua bisa menjadi ajang relaksasi yang sangat menghibur bagi anak. Hiburan itu bahkan tidak kalah dibanding acara favorit si Kecil di televisi.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah menjalani hari yang mungkin melelahkan, si Kecil jelas membutuhkan istirahat. Dan, istirahat mereka akan semakin sempurna melalui hiburan dongeng yang dibacakan oleh orangtua.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika bangun di pagi hari, semangat si Kecil akan pulih kembali, dan bahkan akan semakin kuat karena malam harinya telah mendapatkan hiburan yang sangat istimewa dari orangtuanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian 7 manfaat dongeng sebelum tidur. Mungkin teman-teman punya pendapat lain dan bisa menemukan manfaat lainnya selain ketujuh manfaat itu. Silakan lho sharing di sini melalui kolom komentar <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Omong-omong, dulu pas masih kecil, apakah teman-teman rutin dibacakan dongeng oleh ayah atau ibu?</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Anda sedang mencari buku anak murah dan berkualitas untuk si Kecil? Jangan ragu, kunjungi <a href="http://revista-shop.com/" target="_blank">revista-shop.com</a> , Toko Buku Anak Favorit</em> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ditter.wordpress.com/2027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ditter.wordpress.com/2027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ditter.wordpress.com/2027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ditter.wordpress.com/2027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ditter.wordpress.com/2027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ditter.wordpress.com/2027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ditter.wordpress.com/2027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ditter.wordpress.com/2027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ditter.wordpress.com/2027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ditter.wordpress.com/2027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ditter.wordpress.com/2027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ditter.wordpress.com/2027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ditter.wordpress.com/2027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ditter.wordpress.com/2027/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditter.wordpress.com&amp;blog=7240711&amp;post=2027&amp;subd=ditter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditter.wordpress.com/2012/01/22/7-manfaat-dongeng-sebelum-tidur-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71eddd14ff4c3251221db221e0ea0b2e?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ditter</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>7 Manfaat Dongeng Sebelum Tidur (Bagian 1)</title>
		<link>http://ditter.wordpress.com/2012/01/20/7-manfaat-dongeng-sebelum-tidur-bagian-satu/</link>
		<comments>http://ditter.wordpress.com/2012/01/20/7-manfaat-dongeng-sebelum-tidur-bagian-satu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 22:35:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ditter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita dan Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[buku anak]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat kisah]]></category>
		<category><![CDATA[nina bobo]]></category>
		<category><![CDATA[sebelum tidur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditter.wordpress.com/?p=2022</guid>
		<description><![CDATA[Meski tergolong aktivitas sederhana, mendongengi anak menjelang ia tidur ternyata mengandung banyak manfaat. Sebelumnya perlu saya jelaskan, saya bukan ahli psikologi anak, melainkan hanya orang yang “mendalami” dan belajar tentang dunia anak. Tulisan ini saya sarikan dari berbagai sumber dan literatur yang saya baca, jadi tidak murni hasil pemikiran saya. Teman-teman pun boleh mengkritisi atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditter.wordpress.com&amp;blog=7240711&amp;post=2022&amp;subd=ditter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Meski tergolong aktivitas sederhana, mendongengi anak menjelang ia tidur ternyata mengandung banyak manfaat.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sebelumnya perlu saya jelaskan, saya bukan ahli psikologi anak, melainkan hanya orang yang “mendalami” dan belajar tentang dunia anak. Tulisan ini saya sarikan dari berbagai sumber dan literatur yang saya baca, jadi tidak murni hasil pemikiran saya. Teman-teman pun boleh mengkritisi atau menambahkan hal-hal yang dirasa penting dan perlu.</p>
<p style="text-align:justify;">Oh iya, saya sengaja membagi tulisan ini menjadi dua bagian supaya lebih mudah dibaca karena tidak terlalu panjang.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu, apa saja manfaat <a href="http://revistashop.wordpress.com/2011/12/09/nina-bobo-50-kisah-pengantar-tidur/" target="_blank">dongeng sebelum tidur</a>? Mari kita ikuti pembahasan berikut ini.<span id="more-2022"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Merangsang imajinasi &amp; kreativitas</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum tidur, biasanya anak berada dalam kondisi yang sangat rileks dan suasana yang santai. Hal tersebut sangat mendukung anak dalam membayangkan setting cerita pada dongeng yang dibacakan kepada mereka. Anak kemudian membebaskan imajinasinya seluas mungkin sehingga kemampuannya dalam membayangkan sesuatu semakin baik (seperti tokoh fiktif Sherlock Holmes yang memiliki kemampuan imajinasi yang luar biasa).</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan itu, kreativitas anak pun akan berkembang. Dalam dongeng, anak diberi kebebasan dalam membayangkan cerita, tidak harus sama dengan apa yang ditangkap oleh orangtua. Bisa saja setiap anak memiliki hasil tangkap yang berbeda-beda terhadap isi cerita. Selama itu tidak terlalu jauh dari inti cerita, maka masih bisa dimaklumi karena imajinasi anak-anak memang tidak terbatas.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sisi lain, imajinasi dan kreativitas orangtua juga bisa meningkat, yakni dengan mengimprovisasi (cara) penyampaian cerita atau dongeng.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Mengembangkan kecerdasan berbahasa anak</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Anak yang sedang menyimak dongeng secara otomatis juga akan memperhatikan kosa kata dan unsur-unsur bahasa lainnya yang terkandung dalam dongeng tersebut. Dengan demikian, kemampuan berbahasa mereka akan semakin meningkat.</p>
<p style="text-align:justify;">Dampak positif itu akan sangat terasa ketika anak-anak sudah dewasa. Tutur kata mereka akan sangat rapi, logis, dan memikat. Tidak hanya itu, mereka juga akan mampu menuliskan pendapat atau isi pikiran ke dalam tulisan yang teratur dan mudah dipahami.</p>
<p style="text-align:justify;">Kabarnya, Bung Karno sering dibacakan cerita/dongeng oleh ibundanya sewaktu beliau masih kecil. Ketika dewasa, presiden pertama RI itu pun menjadi orator ulung yang memiliki kecerdasan berbahasa yang tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Mengembangkan keterampilan berpikir</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saat sedang dibacakan dongeng, sang anak secara alamiah akan berpikir banyak hal tentang dongeng tersebut, mulai dari alur cerita, nama-nama tokoh yang muncul, masalah pelik yang terjadi, dan solusi yang diambil para tokoh dalam menyelesaikan masalah itu. Hal ini merupakan sarana yang cukup baik bagi anak dalam meningkatkan kemampuan berpikirnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Seiring berjalannya waktu, si kecil mungkin akan sering bertanya saat didongengkan bila pikirannya menemukan hal-hal yang agak ganjil dalam dongeng tersebut atau <a href="http://revista-shop.com/" target="_blank">buku anak</a> lainnya. Hal ini merupakan pertanda bahwa pikirannya mulai berkembang.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Mengembangkan emosi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Alur cerita pada dongeng biasanya turun-naik. Kadang sang tokoh utama mendapat kemalangan, kadang juga begitu beruntung sehingga bisa menyelesaikan masalah dengan cemerlang. Alur seperti ini dapat mengembangkan emosi anak secara alamiah, seperti empati, rasa prihatin, sedih, bahagia, ceria, peduli, dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Bersambung pada tulisan/postingan berikutnya.</em></p>
<div style="text-align:center;">***</div>
<div style="text-align:justify;"><em>Anda sedang mencari buku anak murah dan berkualitas untuk si Kecil? Jangan ragu, kunjungi <a href="http://revista-shop.com/" target="_blank">revista-shop.com</a> , Toko Buku Anak Favorit <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </em></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ditter.wordpress.com/2022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ditter.wordpress.com/2022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ditter.wordpress.com/2022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ditter.wordpress.com/2022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ditter.wordpress.com/2022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ditter.wordpress.com/2022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ditter.wordpress.com/2022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ditter.wordpress.com/2022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ditter.wordpress.com/2022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ditter.wordpress.com/2022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ditter.wordpress.com/2022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ditter.wordpress.com/2022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ditter.wordpress.com/2022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ditter.wordpress.com/2022/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditter.wordpress.com&amp;blog=7240711&amp;post=2022&amp;subd=ditter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditter.wordpress.com/2012/01/20/7-manfaat-dongeng-sebelum-tidur-bagian-satu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71eddd14ff4c3251221db221e0ea0b2e?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ditter</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa Motivasi Menjadi PNS?</title>
		<link>http://ditter.wordpress.com/2012/01/14/apa-motivasi-menjadi-pns/</link>
		<comments>http://ditter.wordpress.com/2012/01/14/apa-motivasi-menjadi-pns/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 01:06:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ditter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita dan Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[Sehari-hari]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[PNS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditter.wordpress.com/?p=2011</guid>
		<description><![CDATA[Saya berulang kali mendengar pendapat yang mencibir PNS, baik secara langsung maupun melalui media sosial seperti Twitter. Penyebabnya apalagi kalau bukan penilaian negatif terhadap PNS, misalnya PNS itu sebagian besar malas, banyak menuntut, dan kinerjanya nggak maksimal. Namun, saya juga tidak jarang mendengar pembelaan-pembelaan dari berbagai kalangan untuk para PNS. Pembelaan yang paling utama adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditter.wordpress.com&amp;blog=7240711&amp;post=2011&amp;subd=ditter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Saya berulang kali mendengar pendapat yang mencibir PNS, baik secara langsung maupun melalui media sosial seperti <a href="http://twitter.com/" target="_blank">Twitter</a>. Penyebabnya apalagi kalau bukan penilaian negatif terhadap PNS, misalnya PNS itu sebagian besar malas, banyak menuntut, dan kinerjanya nggak maksimal.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, saya juga tidak jarang mendengar pembelaan-pembelaan dari berbagai kalangan untuk para PNS. Pembelaan yang paling utama adalah bahwa tidak semua PNS (negatif) seperti itu. Menurut mereka, banyak kok PNS yang benar-benar mengabdi, hanya memang tidak begitu terlihat dan jarang disorot.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya kira, pendapat itu tidak perlu dibantah, karena memang demikianlah kenyataannya. Bayangkan, PNS itu kan jumlahnya jutaan, jadi nggak mungkin kalau semuanya negatif.<span id="more-2011"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Saya sendiri kurang respek dengan beberapa pegawai kecamatan (PNS) di daerah tempat tinggal saya. Yah, ini sekadar pendapat pribadi, karena kebetulan dulu pernah berurusan dengan mereka, dan saya tidak puas. Tapi mungkin saja pegawai kecamatan di daerah tempat tinggal teman-teman tidak seperti itu. Jadi ini sifatnya nggak menyeluruh <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Saya pernah bertanya kepada beberapa orang tentang motivasi menjadi PNS. Sebagian besar menjawab, karena pekerjaan PNS sangat enak, nggak berat, nggak gampang dipecat, santai, tapi pendapatan lumayan, belum lagi tunjangannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Waduh, saya jadi miris. Kalau motivasinya seperti itu, jangan-jangan nanti jadinya bukan pengabdian, melainkan “melorotin” negara demi kepentingan pribadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila sebagian besar CPNS punya motivasi demikian, saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan negara ini. Indonesia butuh aparatur negara yang loyal, berkualitas, dan penuh pengabdian. Teladan bagi masyarakat. Aparatur negara harus produktif sehingga tidak sekadar menjadi beban negara.</p>
<p style="text-align:justify;">Terkait masalah itu, kita bisa bandingkan dengan perusahaan apa pun. Jika karyawannya nggak bekerja keras (dan nggak cerdas), pasti perusahaan itu sulit maju dan berkembang. Sebaliknya, perusahaan yang maju, maka biasanya SDM-nya berkualitas tinggi. Hal seperti ini menurut hemat saya berlaku juga di kalangan pemerintahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau menurut teman-teman gimana?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ditter.wordpress.com/2011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ditter.wordpress.com/2011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ditter.wordpress.com/2011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ditter.wordpress.com/2011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ditter.wordpress.com/2011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ditter.wordpress.com/2011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ditter.wordpress.com/2011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ditter.wordpress.com/2011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ditter.wordpress.com/2011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ditter.wordpress.com/2011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ditter.wordpress.com/2011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ditter.wordpress.com/2011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ditter.wordpress.com/2011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ditter.wordpress.com/2011/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditter.wordpress.com&amp;blog=7240711&amp;post=2011&amp;subd=ditter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditter.wordpress.com/2012/01/14/apa-motivasi-menjadi-pns/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71eddd14ff4c3251221db221e0ea0b2e?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ditter</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Memperpanjang SIM di SIM Corner Ambarukmo Plaza</title>
		<link>http://ditter.wordpress.com/2012/01/09/cara-memperpanjang-sim-di-sim-corner-ambarukmo-plaza/</link>
		<comments>http://ditter.wordpress.com/2012/01/09/cara-memperpanjang-sim-di-sim-corner-ambarukmo-plaza/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 13:28:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ditter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita dan Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[Ambarukmo Plaza]]></category>
		<category><![CDATA[Amplaz]]></category>
		<category><![CDATA[corner]]></category>
		<category><![CDATA[Jogjakarta]]></category>
		<category><![CDATA[perpanjang]]></category>
		<category><![CDATA[SIM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditter.wordpress.com/?p=2009</guid>
		<description><![CDATA[Dulu saya pernah iseng buat tulisan tentang cara membuat SKCK. Beberapa bulan kemudian, teman saya yang sedang membutuhkan informasi tentang cara membuat SKCK, menemukan tulisan saya itu ketika sedang browsing di internet. Dia mengabari saya bahwa dia sangat terbantu oleh tulisan tersebut. Syukurlah Tak disangka, tulisan iseng hasil pengalaman pribadi saya itu ternyata bisa bermanfaat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditter.wordpress.com&amp;blog=7240711&amp;post=2009&amp;subd=ditter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dulu saya pernah iseng buat tulisan tentang <a href="http://ditter.wordpress.com/2009/10/30/cara-membuat-skck/" target="_blank">cara membuat SKCK</a>. Beberapa bulan kemudian, teman saya yang sedang membutuhkan informasi tentang cara membuat SKCK, menemukan tulisan saya itu ketika sedang browsing di internet. Dia mengabari saya bahwa dia sangat terbantu oleh tulisan tersebut. Syukurlah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Tak disangka, tulisan iseng hasil pengalaman pribadi saya itu ternyata bisa bermanfaat juga. Karena itulah kali ini saya bersemangat untuk membagi cerita tentang pengalaman memperpanjang SIM di gerai SIM Corner yang ada di Ambarukmo Plaza (Amplaz), Yogyakarta. Yah, siapa tahu bermanfaat bagi teman-teman yang ingin memperpanjang SIM di tempat itu</p>
<p style="text-align:justify;">Oh iya, sekadar informasi, gerai SIM Corner Ambarukmo Plaza buka dari jam 10 pagi sampai jam 5 sore. Kalau untuk harinya, kalau nggak salah Senin sampai Sabtu. CMIIW.<span id="more-2009"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Saat hendak memperpanjang SIM di SIM Corner tadi pagi, saya sama sekali tidak tahu bahan apa saja yang harus disiapkan. Alur tahapannya pun saya tidak mengerti. Hasilnya, tadi saya jadi kayak orang bingung, sama sekali nggak tahu harus ngapain :p</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, karena itulah saya membuat tulisan ini supaya teman-teman bisa menyiapkan syarat yang diperlukan dan mengetahui tahapan-tahapan yang ada sehingga proses memperpanjang SIM jadi lebih lancar.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum mendatangi gerai SIM Corner (di Ambarukmo Plaza Yogyakarta), teman-teman harus menyiapkan fotokopi KTP dan SIM, masing-masing satu lembar, SIM asli, dan uang Rp105.ooo.</p>
<p style="text-align:justify;">Setiba di gerai, fotokopi KTP dan SIM langsung masukkan saja ke baki/wadah yang sudah disediakan. Setelah itu tinggal duduk untuk menanti panggilan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika sudah dipanggil, maka kita akan menerima map berisi formulir yang perlu diisi. Di sana sudah disediakan contoh formulir sebagai panduan kita dalam mengisinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah formulir selesai diisi, kumpulkan map tersebut ke bagian Cek Kesehatan, lalu tunggu panggilan dari petugas untuk melakukan cek kesehatan. Proses cek tersebut hanya berlangsung sekitar 5 menit. Di bagian ini, kita diharuskan membayar Rp30.000.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah selesai cek kesehatan, bawa berkas ke bagian pembayaran (loket BRI) dan bayar biaya perpanjangan Rp75.000 untuk SIM C dan Rp80.000 untuk SIM A. Proses pembayaran ini memakan waktu kurang dari 5 menit. Pada tahap ini, kita akan diberi nomor urut untuk difoto.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah selesai, serahkan map yang sudah disertai dengan surat cek kesehatan, nota pembayaran, dan SIM asli ke bagian Foto. Nah, sekarang tinggal tunggu nomor urut Anda dipanggil.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahap foto, kita akan diminta tanda tangan dan meninggalkan sidik jari pada scanner. Setelah tahap ini selesai, SIM Anda akan jadi dalam waktu kurang dari 5 menit dan bisa langsung diambil. Eit, sebelum meninggalkan gerai SIM Corner, isi daftar buku pengambilan SIM terlebih dahulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian. Sangat mudah, bukan? Oh iya, setiap tahap berlangsung dalam waktu yang singkat, rata-rata kurang dari 5 menit. Namun, proses menunggu untuk masuk ke tahap itu biasanya lama, apalagi jika antreannya sangat panjang. Kalau saya tadi memakan waktu sekitar tiga jam.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Tips!</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sebaiknya datang ke lokasi jam setengah sepuluh pagi. Walaupun secara resmi mal baru buka jam sepuluh, tapi biasanya jam sembilan kita sudah bisa masuk. Semakin siang, maka pengunjung akan semakin banyak sehingga antrean pun semakin panjang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ditter.wordpress.com/2009/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ditter.wordpress.com/2009/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ditter.wordpress.com/2009/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ditter.wordpress.com/2009/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ditter.wordpress.com/2009/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ditter.wordpress.com/2009/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ditter.wordpress.com/2009/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ditter.wordpress.com/2009/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ditter.wordpress.com/2009/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ditter.wordpress.com/2009/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ditter.wordpress.com/2009/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ditter.wordpress.com/2009/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ditter.wordpress.com/2009/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ditter.wordpress.com/2009/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditter.wordpress.com&amp;blog=7240711&amp;post=2009&amp;subd=ditter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditter.wordpress.com/2012/01/09/cara-memperpanjang-sim-di-sim-corner-ambarukmo-plaza/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71eddd14ff4c3251221db221e0ea0b2e?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ditter</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Serba Sebelas Part 3</title>
		<link>http://ditter.wordpress.com/2012/01/06/serba-sebelas-part-3/</link>
		<comments>http://ditter.wordpress.com/2012/01/06/serba-sebelas-part-3/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 15:18:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ditter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sehari-hari]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan diri]]></category>
		<category><![CDATA[PR]]></category>
		<category><![CDATA[serba sebelas]]></category>
		<category><![CDATA[arief maulana]]></category>
		<category><![CDATA[resolusi 2012]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditter.wordpress.com/?p=2007</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama nggak berkunjung ke blognya Mas Arief Maulana, eh pas ke sana kemarin, ternyata si empunya blog ngasih PR ke saya. Wah, sebuah kehormatan besar untuk saya. Dengan senang hati, saya akan mengerjakan PR tersebut. Toh nggak terlalu sulit, hehe&#8230;. PR seperti apakah yang Mas Arief kasih? Nah, ternyata sama dengan dua PR sebelumnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditter.wordpress.com&amp;blog=7240711&amp;post=2007&amp;subd=ditter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sudah lama nggak berkunjung ke blognya Mas <a href="http://ariefmaulana.com/" target="_blank">Arief Maulana</a>, eh pas ke sana kemarin, ternyata si empunya blog ngasih PR ke saya. Wah, sebuah kehormatan besar untuk saya. Dengan senang hati, saya akan mengerjakan PR tersebut. Toh nggak terlalu sulit, hehe&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">PR seperti apakah yang Mas Arief kasih? Nah, ternyata sama dengan dua PR sebelumnya yang sudah saya garap, yakni <a href="http://ditter.wordpress.com/2011/11/25/serba-sebelas/" target="_blank">Serba Sebelas</a> dan <a href="http://ditter.wordpress.com/2011/11/25/serba-sebelas-part-2/" target="_blank">Serba Sebelas Part 2</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk soal pertama, yakni mengenai 11 hal tentang saya, teman-teman bisa membaca jawabannya di postingan Serba Sebelas.</p>
<p style="text-align:justify;">Soal kedua, menjawab pertanyaan dari Mas Arief.<span id="more-2007"></span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><strong>Apa goal terbesar di tahun 2012?</strong> Membuat sebuah toko beserta sistem penjualannya untuk orangtua saya.</li>
<li><strong>3 Langkah utama yang akan ditempuh untuk memenuhi goal tahun 2012 (pada no.1)?</strong> Mencari (informasi) <em>supplier</em> yang paling cocok, mempelajari desain bisnis ritel dengan membaca buku dan sharing dengan teman-teman, serta berusaha mengelola bisnis sampingan dengan lebih tekun supaya hasilnya bisa digunakan untuk membayar cicilan pinjaman bank (untuk modal).</li>
<li><strong>3 Orang yang berpengaruh dalam kehidupan?</strong> Ibu, ayah, dan almarhumah nenek saya.</li>
<li><strong>5 Buku favorit?</strong> <em>Bo Wero</em> (Wandi S. Brata),<em> The 7 Habits of Highly Effective People</em> (Stephen R. Covey), <em>Rich Dad, Poor Dad</em> (Robert T. Kiyosaki), <em>The Cashflow Quadrant</em> (Robert T. Kiyosaki), dan <em>The Millionaire Next Door</em> (Thomas J. Stanley dan William D. Danko).</li>
<li><strong>Apa penyebab utama kegagalan resolusi 2011 kemarin?</strong> Tidak displin dan kurang memanfaatkan waktu dengan baik!</li>
<li><strong>Waktu luang digunakan untuk apa?</strong> Biasanya sih baca buku, ngeblog, dengerin radio, atau kumpul-kumpul dengan teman-teman.</li>
<li><strong>Gimana cara mengatur keuangan dan investasi apa saja yang sudah dilakukan?</strong> Cara saya dalam mengatur keuangan sangat sederhana, bahkan cenderung “kurang teratur”. Setelah gajian, saya langsung membayar cicilan utang di bank (utang konsumtif *malu). Lalu saya ambil sekitar 10 persen gaji untuk tabungan, lalu sisanya saya gunakan untuk biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah cukup, walaupun nggak bisa digunakan untuk hidup mewah, hehe&#8230;. Adapun investasi yang saya lakukan adalah (sekadar) tabungan bulanan saja.</li>
<li><strong>Bisnis apa saja yang sedang dijalani saat ini, <em>full time</em> atau <em>part time</em>?</strong> Saat ini saya bekerja di kantor (<em>full time</em>), tapi juga menjalankan bisnis sampingan yang saat ini hasilnya terbilang sangat kecil. Meski demikian, saya berencana untuk mengembangkannya supaya hasilnya lebih besar, paling tidak sama dengan gaji yang saya peroleh di kantor, tentu dengan tidak mengganggu pekerjaan utama.</li>
<li><strong>Apa visi jangka panjang 10 tahun lagi?</strong> Punya usaha sendiri (toko, UD, CV, atau apa pun), dan menjadi jurnalis yang khusus menulis artikel-artikel yang positif, bermanfaat, serta bisa menyebarkan semangat dan optimisme kepada seluruh masyarakat Indonesia.</li>
<li><strong>Pengembangan diri apa aja yang sudah dilakukan di tahun 2011 dan pengembangan diri apa yang akan dilakukan di tahun 2012?</strong> Pengembangan diri yang saya lakukan pada tahun 2011 lebih terfokus pada manajemen diri. Sedangkan untuk tahun 2012, saya berencana untuk kursus musik dan berusaha mempelajari bahasa asing (Inggris) dengan lebih tekun.</li>
<li><strong>Apa yang bisa bikin motivasimu terus menyala?</strong> Cita-cita dan buku-buku motivasi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Soal berikutnya adalah membuat sebelas pertanyaan untuk sebelas sahabat blogger lainnya. Berhubung soal ini sama dengan soal pada PR sebelumnya, maka saya gabung saja. Teman-teman bisa langsung buka postingan <a href="http://ditter.wordpress.com/2011/11/25/serba-sebelas/" target="_blank">Serba Sebelas</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Yeah, akhirnya PR ini selesai! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ditter.wordpress.com/2007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ditter.wordpress.com/2007/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ditter.wordpress.com/2007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ditter.wordpress.com/2007/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ditter.wordpress.com/2007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ditter.wordpress.com/2007/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ditter.wordpress.com/2007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ditter.wordpress.com/2007/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ditter.wordpress.com/2007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ditter.wordpress.com/2007/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ditter.wordpress.com/2007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ditter.wordpress.com/2007/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ditter.wordpress.com/2007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ditter.wordpress.com/2007/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditter.wordpress.com&amp;blog=7240711&amp;post=2007&amp;subd=ditter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditter.wordpress.com/2012/01/06/serba-sebelas-part-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71eddd14ff4c3251221db221e0ea0b2e?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ditter</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Twit Berbayar dan Produk Berkualitas</title>
		<link>http://ditter.wordpress.com/2012/01/03/twit-berbayar-dan-produk-berkualitas/</link>
		<comments>http://ditter.wordpress.com/2012/01/03/twit-berbayar-dan-produk-berkualitas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 00:49:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ditter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita dan Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[produk berkualitas]]></category>
		<category><![CDATA[promosi]]></category>
		<category><![CDATA[twit berbayar]]></category>
		<category><![CDATA[viral marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditter.wordpress.com/?p=2004</guid>
		<description><![CDATA[Saya termasuk telat menggunakan Twitter, dan baru tahu akhir-akhir ini saja bahwa ternyata ada yang namanya twit berbayar. Ya, teman-teman yang sudah lama menggunakan Twitter pasti tahu betul istilah itu. Jadi, pihak pemilik produk/jasa tertentu membayar seseorang untuk mempublish twit yang mencantumkan nama produknya itu. Awalnya saya sempat heran, kok ada ya orang yang mau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditter.wordpress.com&amp;blog=7240711&amp;post=2004&amp;subd=ditter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Saya termasuk telat menggunakan <a href="http://twitter.com/" target="_blank">Twitter</a>, dan baru tahu akhir-akhir ini saja bahwa ternyata ada yang namanya <strong>twit berbayar</strong>. Ya, teman-teman yang sudah lama menggunakan Twitter pasti tahu betul istilah itu. Jadi, pihak pemilik produk/jasa tertentu membayar seseorang untuk mempublish twit yang mencantumkan nama produknya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Awalnya saya sempat heran, kok ada ya orang yang mau membayar untuk sebuah “kicauan” yang nggak lebih dari 140 karakter? Ya, saat itu saya memang belum sadar bahwa twit dari orang yang punya banyak follower bisa menjadi sarana promosi yang efektif.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam pikiran saya, memasang iklan melalui sarana twit berbayar mirip dengan sistem promosi paling ampuh di dunia, yakni <em>viral marketing</em> (dari mulut ke mulut). Mungkin ini pula yang ada dalam benak si pemasang iklan, berharap penjualan produknya meningkat drastis dengan berpromosi seperti itu.<span id="more-2004"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Saya kira, twit berbayar memang cukup efektif untuk mempromosikan produk. Bayangkan, bila twit itu dipublish oleh orang yang memiliki 1000 follower, maka twit tersebut berpotensi dibaca oleh paling tidak setengah dari jumlah itu. Belum lagi nanti jika twit itu diritwit (RT) oleh orang yang juga punya banyak follower. Semakin banyak yang meritwit, semakin besar pula iklan terselubung itu dibaca oleh banyak orang.</p>
<p style="text-align:justify;">Berpromosi melalui <strong>twit berbayar</strong> ini tampaknya nggak kalah efektif dibanding pasang baliho di pinggir jalan. Sebab, bahasa iklan pada twit berbayar ini sangat halus, lunak, dan personal, dan biasanya itu lebih mengena daripada bahasa iklan yang “vulgar”. Lagi pula, banyak juga kalangan yang lebih berminat menyimak linimasa di Twitter ketimbang membaca spanduk atau baliho di pinggir jalan.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti iklan pada umumnya, beriklan lewat twit berbayar perlu didukung oleh kualitas produk yang bagus. Bila tidak demikian, jumlah penjualan hanya akan tinggi pada masa-masa awal, namun kemudian turun drastis karena konsumen nggak puas atau bahkan merasa dirugikan. Promosi lewat twit berbayar gagal, sebab malah akan muncul twit-twit yang mencela produk tersebut. Yang lebih gawat, berita negatif itu bisa menyebar dengan sangat cepat.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian pandangan saya. Entah kenapa kok tiba-tiba saya pengen membicarakan tentang <strong>twit berbayar</strong>. Tapi yang jelas sih karena lagi nggak ada ide untuk bikin postingan dengan tema yang lain, hehe&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ditter.wordpress.com/2004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ditter.wordpress.com/2004/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ditter.wordpress.com/2004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ditter.wordpress.com/2004/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ditter.wordpress.com/2004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ditter.wordpress.com/2004/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ditter.wordpress.com/2004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ditter.wordpress.com/2004/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ditter.wordpress.com/2004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ditter.wordpress.com/2004/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ditter.wordpress.com/2004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ditter.wordpress.com/2004/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ditter.wordpress.com/2004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ditter.wordpress.com/2004/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditter.wordpress.com&amp;blog=7240711&amp;post=2004&amp;subd=ditter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditter.wordpress.com/2012/01/03/twit-berbayar-dan-produk-berkualitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71eddd14ff4c3251221db221e0ea0b2e?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ditter</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membuang Sampah Pada Tempatnya itu Mudah!</title>
		<link>http://ditter.wordpress.com/2011/12/28/membuang-sampah-pada-tempatnya-itu-mudah/</link>
		<comments>http://ditter.wordpress.com/2011/12/28/membuang-sampah-pada-tempatnya-itu-mudah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 03:28:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ditter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita dan Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[Sehari-hari]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sampah]]></category>
		<category><![CDATA[TPA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditter.wordpress.com/?p=2002</guid>
		<description><![CDATA[Saat sedang bersepeda beberapa hari yang lalu, saya melihat sebuah mobil yang penumpangnya buang gelas plastik air mineral begitu saja ke jalan lewat jendela. Saya nggak habis pikir, kok bisa, ya? Maksudnya, apakah sebelumnya sama sekali nggak terpikir bahwa sampah itu bisa mengenai orang yang lewat? Apakah nggak merasa sayang jalan yang cukup bersih itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditter.wordpress.com&amp;blog=7240711&amp;post=2002&amp;subd=ditter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Saat sedang bersepeda beberapa hari yang lalu, saya melihat sebuah mobil yang penumpangnya buang gelas plastik air mineral begitu saja ke jalan lewat jendela. Saya nggak habis pikir, kok bisa, ya? Maksudnya, apakah sebelumnya sama sekali nggak terpikir bahwa <a href="http://ditter.wordpress.com/2009/08/01/akan-kemana-sampah-elektronik-kita/">sampah</a> itu bisa mengenai orang yang lewat? Apakah nggak merasa sayang jalan yang cukup bersih itu dikotori oleh gelas plastik bekas yang sebenarnya bisa dibuang di tempat sampah?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya kira, bagi orang yang (benar-benar) berpendidikan, ada semacam perasaan nggak enak kalau buang sampah ke jalan begitu saja. Selain mengotori jalan, juga berbahaya bagi pengguna jalan lainnya. Belum lagi bila sampah itu nantinya masuk ke selokan lalu menghambat aliran air. Nah, siap-siap banjir, deh. Padahal tanpa “bantuan” sampah pun, banyak jalan yang memang sering tergenang air bila hujan deras, sebab sistem drainasenya nggak bagus.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pikir kok kayaknya nggak susah ya menyimpan sampah selama beberapa menit sampai menemukan tempat sampah terdekat. Tentu itu sekadar usaha kecil, namun jika diterapkan dengan konsisten, sedikit banyak pasti bisa mengurangi masalah lingkungan.<span id="more-2002"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya ada hal yang lebih sulit yang perlu kita lakukan dalam mengatasi masalah lingkungan, yakni mengurangi <a href="http://ditter.wordpress.com/2010/11/05/saya-dan-kantong-plastik-kresek/">sampah</a>. Sebaik apa pun sistem pengelolaan sampah, produksi sampah yang tinggi tetap bisa mengancam kelestarian lingkungan. Jadi, akar masalahnya sebenarnya adalah produksi sampah itu sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Sependek pengetahuan saya, pengelolaan sampah di Indonesia masih belum baik, masih mengandalkan sistem open dumping. Sampah ditumpuk begitu saja di sebuah tempat (TPA). Jika sudah penuh, maka ditinggal dan cari lokasi baru. Proses pencarian lokasi baru ini bisa menimbulkan konflik, karena warga mana yang nggak merasa berat bila daerah tempat tinggalnya jadi tempat pembuangan akhir sampah.</p>
<p style="text-align:justify;">Meski demikian, sejauh ini sistem pengelolaan sampah di negeri kita masih bisa berjalan dengan efektif, sebab wilayah kita luas, banyak area kosong untuk TPA. Karena itulah sampai saat ini kita hanya dituntut untuk membuang sampah pada tempatnya. Tapi, saya pikir ini hanya masalah waktu saja. Suatu saat nanti, tuntutan itu pasti bisa lebih tinggi lagi &#8220;kelasnya&#8221;, yakni dituntut untuk mengurangi produksi sampah.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, sebelum tuntutan itu berkembang menjadi tuntutan yang sulit dilakukan, marilah kita terlebih dahulu menjalankan hal yang paling mudah, yakni membuang sampah pada tempatnya. Nanti kalau sudah terbiasa, kita tinggal membiasakan diri untuk tidak begitu saja menghasilkan sampah, khususnya sampah-sampah yang sulit terurai.</p>
<p style="text-align:justify;">Emm&#8230; membuang sampah pada tempatnya itu bukan hal yang sulit, kan, ya?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ditter.wordpress.com/2002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ditter.wordpress.com/2002/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ditter.wordpress.com/2002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ditter.wordpress.com/2002/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ditter.wordpress.com/2002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ditter.wordpress.com/2002/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ditter.wordpress.com/2002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ditter.wordpress.com/2002/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ditter.wordpress.com/2002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ditter.wordpress.com/2002/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ditter.wordpress.com/2002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ditter.wordpress.com/2002/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ditter.wordpress.com/2002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ditter.wordpress.com/2002/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditter.wordpress.com&amp;blog=7240711&amp;post=2002&amp;subd=ditter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditter.wordpress.com/2011/12/28/membuang-sampah-pada-tempatnya-itu-mudah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71eddd14ff4c3251221db221e0ea0b2e?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ditter</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengemis yang Berharap Dianggap Cacat</title>
		<link>http://ditter.wordpress.com/2011/12/24/pengemis-yang-berharap-dianggap-cacat/</link>
		<comments>http://ditter.wordpress.com/2011/12/24/pengemis-yang-berharap-dianggap-cacat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 03:41:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ditter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sehari-hari]]></category>
		<category><![CDATA[cacat]]></category>
		<category><![CDATA[dermawan]]></category>
		<category><![CDATA[pengemis]]></category>
		<category><![CDATA[prihatin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditter.wordpress.com/?p=1999</guid>
		<description><![CDATA[Dulu saya pernah dapet cerita bahwa di Ibu Kota ada banyak pengemis yang tampak cacat fisik, tapi sebenarnya normal. Artinya, mereka pura-pura pincang, bertangan buntung, buta, dan cacat fisik lainnya, namun sebenarnya tubuh mereka nggak kurang satu apa pun. Alasan utama melakukan itu adalah untuk memancing rasa kasihan para perawan dermawan. Di sisi lain, banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditter.wordpress.com&amp;blog=7240711&amp;post=1999&amp;subd=ditter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dulu saya pernah dapet cerita bahwa di Ibu Kota ada banyak pengemis yang tampak cacat fisik, tapi sebenarnya normal. Artinya, mereka pura-pura pincang, bertangan buntung, buta, dan cacat fisik lainnya, namun sebenarnya tubuh mereka nggak kurang satu apa pun. Alasan utama melakukan itu adalah untuk memancing rasa kasihan para <del>perawan</del> dermawan.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sisi lain, banyak juga teman-teman difabel yang berjuang sekuat tenaga untuk tetap berprestasi di tengah keterbatasan yang mereka miliki. Misalnya adalah para atlet difabel Indonesia yang beberapa hari lalu baru saja berlaga dalam <a href="http://paragames-2011.com/" target="_blank">Asean Para Games 2011</a> di Solo, dan berhasil meraih peringkat kedua. Itu sekadar contoh kecil, karena sebenarnya ada banyak sahabat difabel yang mandiri, produktif, dan berprestasi.<span id="more-1999"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Terus terang, saya belum pernah membuktikan secara langsung bahwa ada pengemis yang pura-pura cacat. Tapi, bila pengemis seperti itu benar-benar ada, wah, saya benar-benar prihatin. Anggota tubuh adalah salah satu nikmat dari Tuhan yang paling nikmat. Anggota tubuh yang lengkap bisa memperlancar upaya kita dalam mencari nafkah. Betapa ruginya orang yang menyangkal nikmat tersebut dengan mengaku cacat. Bagaimana bila nanti Tuhan menarik nikmat itu dan membuat orang tersebut benar-benar cacat sesuai dengan kondisi yang diaku-aku? Wah, sungguh mengerikan&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak berniat mencela pengemis yang pura-pura cacat, sebab mungkin beban hidup mereka memang sangat berat sehingga memaksa mereka untuk melakukan hal itu. Saya hanya menyayangkan kenapa mereka tidak memanfaatkan anugerah anggota tubuh yang lengkap untuk mencari nafkah yang halal. Bukankah itu jauh lebih pantas bagi manusia yang diberi kesempurnaan fisik?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya menduga, mereka rela merendahkan harga diri dengan berpura-pura cacat karena mungkin hasil yang mereka peroleh jauh lebih besar dibanding bila mengemis dalam kondisi normal. Ya, tentu para dermawan lebih memilih menyedekahkan sebagian rezeki mereka untuk orang yang terbatas secara fisik daripada untuk orang yang normal-normal saja dan masih punya tenaga untuk bekerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hati, saya menduga lagi, jangan-jangan penghasilan pengemis yang berpura-pura cacat itu lebih besar daripada buruh pabrik di Jakarta. Kalau memang demikian, berarti mereka mengemis bukan untuk sekadar mengisi perut, melainkan sebagai pekerjaan yang dijalani dengan rutin. Wah, pantas saja Pak SBY selalu prihatin….</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ditter.wordpress.com/1999/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ditter.wordpress.com/1999/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ditter.wordpress.com/1999/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ditter.wordpress.com/1999/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ditter.wordpress.com/1999/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ditter.wordpress.com/1999/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ditter.wordpress.com/1999/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ditter.wordpress.com/1999/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ditter.wordpress.com/1999/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ditter.wordpress.com/1999/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ditter.wordpress.com/1999/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ditter.wordpress.com/1999/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ditter.wordpress.com/1999/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ditter.wordpress.com/1999/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ditter.wordpress.com&amp;blog=7240711&amp;post=1999&amp;subd=ditter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditter.wordpress.com/2011/12/24/pengemis-yang-berharap-dianggap-cacat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71eddd14ff4c3251221db221e0ea0b2e?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ditter</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
